Ketum PBNU Kedepan, Mencari Isyarah Langit

MWC Paiton. Terjadinya gonjang-ganjing di tubuh PBNU beberapa waktu yg lalu yg berujung dengan terjadinya islah diantara kedua belah pihak yg berkonflik serta diputuskannya untuk segera dilaksanakannya muktamar, merupakan sebuah dinamika dalam sebuah organisasi dan insyaallah semua ada hikmahnya. Paling tidak kita perlu berikhtiyar semaksimal mungkin untuk mencari sosok pemimpin PBNU kedepan. Tidak hanya ikhtiyar lahiriyah tapi juga perlu ikhtiyar batiniyah, diantaranya dengan memohon petunjuk kepada Allah, melalui istikharah atau mencari isyarah langit. Sehubungan dengan hal tersebut, Al-Faqir mencoba berikhtiyar, baik ikhtiyar batin (isyarah langit) ataupun ikhtiyar dhohir (jawaban bumi) dengan musyawarah, merenung, mengambil Ibrah dan menganalisa dengan berpikirr jernih tanpa tendensi.

Al-Faqir teringat cerita Gus Ulil Abshar (Menantu KH Mustafa Bisyri) melalui postingan facebooknya. Llihat Arina.id, Senin (24/11/2025). Ketika terjadi pertemuan antara Gus Mus selaku  Mustasyar PBNU dengan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) pada saat sowan ke rumah Gus Mus di Leteh, Rembang. Gus Kikin  menyampaikan kegelisahan atau kecemasannya mengenai fenomena  yang sedang terjadi dalam tubuh PBNU pada waktu itu. 
Gus Mus menanggapinya dengan tenang. "Sampeyan kan sudah lama di NU. Masak ndak tahu? Di NU ribut-ribut itu biasa. Namanya orang banyak, kepentingannya juga banyak," ujar Gus Mus, selanjutnya beliau  menenangkan Gus Kikin dengan ungkapan, "Sampeyan ndak usah cemas. Santai saja. NU itu milik Gusti Allah. Sudah ada yang ngurus.”

Sehubungan dengan hal trsbt, Al-Faqir merasa perlu untuk melakukan ikhtiyar langit, memohon petunjuk kepada Allah dengan melalui istikharah.

Banyak hadis tentang istikharah, dan dalam kitab Fathul Bari, Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan tentang makna kata “Istikharah” :

هي استفعال من الخير أو من الخيرة…..واستخار الله طلب منه الخيرة…. والمراد طلب خير الأمرين لمن احتاج إلى أحدهما

“Istikharah adalah bentuk istif’al dari khair atau khiyarah, sedangkan maksud beristikharah kepada Allah adalah meminta suatu pilihan kepada-Nya yaitu : meminta pilihan yang terbaik dari dua perkara (atau lebih) untuk orang yang membutuhkan salah satu dari kedua perkara tersebut”.

Istikharah perlu dilakukan agar pilihan kita betul² mendatangkan kebaikan dan tidak ada penyesalan. Sbgmn dalam sebuah ungkapan, walaupun ada yg menyebut maqalah atau hadis ini sebagai hadis dhoif atau bahkan maudhu', tapi mak'nanya mengandung kebenaran. 
 
ما خاب من استخار ، ولا ندم من استشار

"Tidak rugi orang yang istikharah dan tidak menyesal orang yang suka bermusyawarah."

Dalam hal ini Ibnu Qayim rahimahullah dalam Al-Wabil Ash-Shayib, no. 157, mengutip ungkapan  Ibnu Taimiyah, 'Tidak akan menyesal orang yang selalu istikharah kepada Sang Khaliq dan bermusyawarah kepada makhluk serta teguh dalam perkaranya."

Dalam salah satu istikharah Al-Faqir mendapat isyarah melalui satu hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (No. 1876) dan Imam Muslim (No. 147) bersumber  dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahuanhu.

"إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا"

Artinya: "Sesungguhnya iman akan kembali/berkumpul ke Madinah sebagaimana ular kembali ke sarangnya."

Berdasarkan hadis ini dan dari berbagai musyawarah dengan beberapa kiyai, Al-Faqir menyimpulkan bahwa  hadis tersebut diatas memberikan petunjuk agar NU setelah terjadinya gonjang-ganjing perlu dikembalikan kepada dzurriyah muassis, yaitu keturunan Hadratus Syekh Kiyai Haji Hasyim Asy'ari, dalam hal ini yaitu KH Abdul Hakim Mahhfudz (Gus Kikin) yg saat ini menjabat ketua PWNU Jawa Timur dan juga pengasuh ke-8 Pondok Pesantren Tebuireng (2020-sekarang). Beliau adalah cicit pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari.  Putra dari KH Mahfudz Anwar (Pendiri Ponpes Sunan Ampel Jombang) dan Nyai Hj Abidah Ma'shum (putri Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH Hasyim Asy'ari.

Begitupun dalam istikharah yg berikutnya Al-Faqir mendapat isyarah melalui nasehat dari Sayyidil Walid KH. Badri Mashduqi, beliau menyampaikan bahwa, "Saktinya NU adalah karena
سابق العناية ولا حق الرعاية
Karena adanya para pendahulunya yg mendapat pertolongan Allah (disebakan keikhlasan, keistiqamahan dan mujahadahnya) dan sebab adanya tanggung jawab (komitmen, penjagaan dan pemeliharaan para penerusnya serta dalam mengikuti atau menteladani para pendahulunya).

Akhirnya, Al-Faqir semakin mantap menetapkan pilihan, bahwa untuk Ketum PBNU kedepan Gus Kikin insyaallah adalah pilihan yg tepat. Beliau adalah pribadi yg santun, cakap , tidak ambisius dan tidak terkontaminasi.

Semoga Allah menuntun kita dijalan yg diridhoiNya. Berkahi & Jayalah NU. Aamiin.

Oleh: KH Mustofa Qutbi Badri. Mudir (Idaroh Wustho) Jatman Jatim masa khidmat 2023-2028.
Kraksaan,Jum'at 24 April 2026

(Jsr)