Apapun yang Disandarkan kepada Rasulullah Akan Membawa Berkah

Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Karanganyar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis malam Jumat (25/9/2025) bertepatan dengan 03 Rabi’ul Akhir 1447 H. Acara ini dihadiri oleh KH. Hafidzul Hakim Noer, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qodim sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, yang menyampaikan mauidhoh hasanah. Dalam kesempatan tersebut, KH. Hafidzul Hakim menekankan pentingnya niat tulus dalam mengabdi di NU. “Kalau kita sudah berniat ngabdi di NU, maka apapun yang bisa kita lakukan, mari kita lakukan. Inilah yang diajarkan para masyayikh kita: kebersamaan, kekompakan, dan kenyamanan. *Lakonah lakonih, jek apokpak* (kerjakan pekerjaanmu, jangan mengurus urusan orang lain),” pesannya. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas eksistensi Ranting NU Karanganyar yang memiliki kantor megah dibandingkan ranting lain. Namun KH. Hafidzul Hakim mengingatkan bahwa kantor bukanlah tujuan utama. “Jangan hanya kantornya saja yang megah, tapi bagaimana pengurus menjadi benteng terkuat Ahlussunnah wal Jama’ah serta memperkuat jam’iyyah NU,” tegasnya. Dalam mauidhohnya, KH. Hafidzul Hakim menyoroti pentingnya menguatkan kembali ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang saat ini mulai memudar, khususnya dalam tradisi peringatan Maulid. Beliau mencontohkan masyarakat Madura yang sejak dulu dikenal sangat mencintai Maulid. “Masyarakat Madura itu *lebur amulod* (senang bermaulid). Kehidupannya berkah, banyak kyai, pesantren, dan masyarakatnya makmur. Apa yang disandarkan pada Rasulullah pasti akan membawa berkah,” ujarnya. KH. Hafidzul Hakim juga mengisahkan sejarah masa kecil Nabi Muhammad SAW, termasuk saat beliau diasuh oleh Halimah Sa’diyah. Dari kisah itu dapat diambil hikmah bahwa sejak bayi, Nabi Muhammad sudah membawa keberkahan. Wajah beliau bersinar, rumah Halimah yang gelap menjadi terang, bahkan keledai yang ditunggangi pun mendapatkan keberkahan berjalan sangat cepat ketika Halimah membawa Bayi Nabi Muhammad. Mengutip syair indah tentang Nabi Muhammad SAW, KH. Hafidzul Hakim melantunkan: 

وَأَحْسَنُ مِنْكَ لَمْ تَرَ قَطُّ عَيْنِي وَأَجْمَلُ مِنْكَ لَمْ تَلِدِ النِّسَاءُ خُلِقْتَ مُبَرَّأً مِنْ كُلِّ عَيْبٍ كَأَنَّكَ قَدْ خُلِقْتَ كَمَا تَشَاءُ

“Tidak pernah mataku melihat yang lebih indah darimu._ _Tidak ada wanita yang pernah melahirkan yang lebih tampan darimu._ _Engkau tercipta bersih dari segala cacat,_ _seakan engkau tercipta sesuai kehendakmu sendiri.”_ Menutup mauidhohnya, KH. Hafidzul Hakim menegaskan bahwa selama orang mengadakan Maulid, tidak pernah ada kerugian di dalamnya. “Kalau ingin desa kita dan lingkungan kita penuh berkah, maka hadirkan Nabi Muhammad, hidupkan sunnah-sunnahnya, serta ajak keluarga, saudara, dan tetangga untuk mengamalkan apa yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.